Friday, 23 October 2015

PSIKOLOGI MANAJEMEN

by Fadhila Nursyifa at 10/23/2015 0 comments
Definisi dan Sejarah Psikologi Manajemen


Pada awalnya psikologi manajemen merupakan dua bidang ilmu yang terpisah, yaitu psikologi dan manajemen. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan manajemen adalah proses pengkoordinasian semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan supaya tercapai tujuan yang telah ditetapkan (Henry L. S dalam Gaol, 2008). Jadi Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Untuk menjamin kesuksesan suatu organisasi diperlukan pemahaman yang baik terhadap teori manajemen guna mendorong efektivitas dan efisiensi kerja atau profesionalisme manajemen. Hal ini disebabkan manajemen merupakan kombinasi antara ilmu dan seni. Awalnya konsep manajemen digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, kemudian timbul pemikiran bahwa akal manusia dapat memenuhi kebutuhan itu secara lebih efektif lagi, setelah itu dibutuhkan modal untuk mendanai alat yang akan membantu dalam meningkatkan efektifitas. Maka, sejak zaman revolusi industri, tiga modal kerja yang utama adalah SDA (Sumber Daya Alam), SDU (Uang) dan SDM (Manusia), dan ilmu manajemen pun berkisar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja itu.

Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting, karena ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, yang mampu mengintervensi atau mengolah berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

Komunikasi


Menurut Edwin Emercy (dalam Suprapto, 2009) komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain. Menurut Delton E dan Mc Farland (Suprapto, 2009) komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia. Sedangkan Karlfried Knapp (Suprapto, 2009) mengatakan bahwa komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan nonverbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung atau melalui media lain. Jadi dapat dipahami bahwa komunikasi adalah proses menyampaikan informasi atau pesan dari individu satu ke individu yang lain, baik secara verbal (kata-kata) maupun nonverbal. Terdapat empat dimensi komunikasi, yaitu dimensi isi, dimensi kebisingan, dimensi jaringan dan dimensi arah.
  1. Dimensi Isi
    Yang dimaksud dengan isi dalam dimensi ini adalah informasi yang akan disampaikan dalam komunikasi. 
  2. Dimensi Kebisingan 
    Dimensi ini dapat disebut dengan gangguan dalam komunikasi yang menyebabkan informasi sukar diterima oleh orang lain. Ketika seseorang berbicara di tempat yang ramai dan bising maka lawan bicaranya akan kesulitan mendengar apa yang dikatakan orang tersebut. Selain itu adanya suara-suara psikologis juga mengganggu jalannya proses komunikas.
  3. Dimensi Jaringan
    Jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari orang satu ke orang yang lain. Jaringan komunikasi dapat dipandang sebagai sistem komunikasi formal yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi organisasi.
  4. Dimensi Arah
    Arah komunikasi terbagi menjadi dua, satu arah dan dua arah. Komunikasi satu arah merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja. Komunikan tidak diberikan kesempatan untuk merespon apa yang disampaikan komunikatornya. Sedangkan komunikasi dua arah adalah komunikasi yang bersifat timbal balik. Dalam komunikasi dua arah komunikan diberikan kesempatan untuk memberikan respon kepada komunikatornya, sehingga dapat memberikan kepuasan kedua belah pihak dan dapat terhindar dari terjadinya kesalah pahaman (Nawangsari, 1997).
Mempengaruhi Perilaku

Definisi Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan dan perbuatan seseorang. Menurut Badudu dan Zain (2001) pengaruh adalah daya yang menyebabkan sesuatu terjadi. Dari definisi diatas dapat diketahui bahwa pengaruh adalah suatu daya atau kekuatan yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain.

Kunci-Kunci Perubahan Perilaku
Perubahan perilaku ditentukan dari interaksi antara seseorang dan lingkunganya (Bensley & Fisher, 2009). Perubahan sosial-budaya dalam kehidupan bermasyarakat akan menyebabkan perubahan perilaku untuk menyikapi dan sebagai penyeimbang perubahan tersebut. Masuknya budaya baru ke dalam budaya lama pun akan menyebabkan terjadinya perubahan perilaku masyarakat (Supriatna, Ruhimat dan Kosim, 2006). 

Perubahan perasaan dalam diri seseorang dapat menyebabkan perubahan pikiran dan dengan sendirinya dapat mengubah perilaku seseorang (Joewana, 2005). Harapan juga merupakan sesuatu yang memicu perubahan perilaku. Harapan atau tujuan seseorang yang tercapai akan menjadi hadiah dan dipandang sebagai sesuatu yang menyenangkan (Bensley & Fisher, 2009). Namun kunci yang paling penting ada pada diri seseorang yang ingin berubah atau diubah perilakunya. Sehebat apapun orang yang ingin mengubah perilaku seseorang, jika tidak ada keinginan untuk berubah pada diri individu yang akan diubah, peruban perilaku tidak akan terjadi.

Mempengaruhi orang lain
Yulk, Lepsinger dan Lucia, berpendapat bahwa ada sembilan jenis taktik mempengaruhi orang lain yang biasa digunakan organisasi (Hughes, Ginnet & Curphy, 2009), yaitu: 
  1. Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alas an yang logis dan bukti-bukti yang nyata agar orang lain tertarik.
  2. Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah orang lain.
  3. Konsultasi (Consultation), mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana atau perubahan yang akan dilaksanakan.
  4. Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan, memberikan pujian, atau sikap persahabatan dalam memohon sesuatu.
  5. Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena meupakan teman atau karena dianggap loyal.
  6. Pertukaran (Exchange), mempengaruhi orang lain dengan memberikan suatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.
  7. Koalisi (Coalition), meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk atau sebagaia alasanagar orang yang dijadikan target setuju.
  8. Tekanan (Pressure), mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
  9. Mengesahkan (Legitimacy), mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatan, kekuasaan, atau dengan mengakatan bahwa suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.

Wewenang


Robert Bierstedt mengakatakan bahwa wewenang adalah kekuasaan yang dilembagakan. Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan juga mengatakan bahwa wewenang adalah kekuasaan formal. Individu yang mempunyai wewenang berhak untuk mengeluarkan perintah dan membuat peraturan-peraturan serta berhak untuk mengharapkan kepatuhan terhadap peraturan-peraturannya (Budiardjo, 2008).

Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.

Wewenang seseorang akan semakin besar jika kedudukannya dalam sebuah organisasi semakin tinggi. Wewenang yang besar menyebabkan tugas dan tanggung jawab yang diemban seseorang semakin besar (Hafidhuddin & Tanjung, 2008). 


Kekuasaan

Kekuasaan adalah alat untuk memaksa orang lain agar mengikuti kehendak pemegang kekuasaan. Tujuan kekuasaan adalah mempertahankan kekuasaan itu sendiri (Santoso, 2006). Menurut Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan (Budiardjo, 2008) Kekuasaan adalah kemampuan untuk suatu hubungan dimana seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan tidakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan dari pihak pertama. Menurut Budiardjo (2008) kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-lakunya seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.


Referensi


Bensley, R. J., & Fisher, J. B. (ed). (2009). Metode Pendidikan Kesehatan Masyrarakat. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Budiardjo, Miriam. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Gaol, C. J. L. (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Grasindo.

Hafidhuddin, D., & Tanjung, H. (2008). Manajemen Syariah dalam Praktik. Depok : Gema Insani.

Hughes, R. L., Ginnet, R. C., & Curphy, G. J. (2009). Leadership: Enhancing the Lessons of Experience, 6th Edition. Singapore : McGraw-Hill International Edition.

Joewana, Satya. (2005). Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif: Penyalahgunaan NAPZA/ Narkoba. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Nawangsari, Sri. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Santoso, Joko. (2006). Jalan Tikus Menuju Kekuasaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Suprapto, Tommy. (2009). Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Jakarta : MedPress.

Supriatna, N., Ruhimat, M., & Kosim. (2006). Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi) untuk Kelas IX. Jakarta : Grafindo.

Monday, 23 March 2015

Dimensi Sehat, Kesehatan Mental dan Sejarah Kesehatan Mental

by Fadhila Nursyifa at 3/23/2015 0 comments
Sehat adalah sesuatu yang selalu kita dambakan. Di setiap doa seseorang, pasti terselip kata sehat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Tapi apakah arti sehat itu? Menurut saya, sehat adalah suatu keadaan yang sangat baik atau sempurna yang membuat kita menjadi manusia yang aktif, bermanfaat, positif dan tentunya selalu bersyukur. Sehat itu tidak hanya dilihat dari tubuh atau fisik, tapi sehat itu mencangkup semua aspek kehidupan kita, dan semua dimulai dari pikiran kita. Orang yang benar-benar sehat adalah orang yang memiliki pikiran yang sehat. Melaui pikiran yang sehat maka akan membentuk tubuh, sikap, iman, dan lingkungan yang sehat. Menurut buku yang sedang saya baca, The Master Key System, dari Charles F. Haanel, “Setiap pikiran merupakan suatu penyebab, dan setiap kondisi merupakan suatu akibat. Karena itu, anda perlu mengendalikan pikiran agar yang muncul hanya kondisi-kondisi yang diinginkan saja”. So mulai sekarang, yuk biasakan berfikir secara sehat.

Sekarang kita lihat beberapa pengertian sehat menurut sumber terpercaya, no gossip :
  • World Health Organization (WHO), sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. 
  • UU N0. 23/1992 tentang kesehatan, sehat / kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
  • Maslow, manusia sehat adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan.
Nah benarkan ternyata, kalau sehat itu bukan hanya dilihat dari fisik kita saja, namun dilihat pula dari keadaan mental dan lingkungan sosial seseorang. Misalnya, orang yang fisiknya tidak sehat (memiliki penyakit kronis atau lemah) bisa saja memiliki mental yang lebih sehat dari pada orang yang fisiknya sehat, dan orang yang sedang sakit itu pun dapat memiliki lingkungan yang lebih sehat dari pada orang yang fisiknya sehat. Kenapa itu terjadi? Itu semua karena mereka atau mungkin kita, yang memiliki fisik yang sehat, lupa untuk bersyukur atas kesehatan yang dianugrahi oleh Allah SWT.

Selanjutya ada konsep sehat yang dapat dilihat dalam beberapa dimensi, diantaranya dimensi emosi, intelektual, sosial, fisik dan spiritual. 

  1. Dimensi Emosi
    Emosi merupakan wujud dari apa yang sedang kita rasakan, misalnya senang, sedih, takut, marah dan sebagainya. Seseorang dikatan sehat secara emosi apabila ia dapat mengekspresikan emosinya secara tepat. 
  2. Dimensi Intelektual
    Dimensi ini melihat bagaimana seseorang berfikir dilihat dari wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangannya. Seseorang dikatakan sehat secara intelektual apabila ia memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik maupun melihat realitas. Memiliki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan.
  3. Dimensi Sosial
    Yang dimaksud dengan sehat secara sosial adalah ketika kita dapat berinteraksi secara baik dengan individu atau kelompok lain. Kita dapat bertoleransi dengan berbagai perbedaan seperti suku, ras, agama maupun status sosial dan ekonomi, dapat saling bekerja sama dan saling menghargai.
  4. Dimensi Fisik
    Kita dikatakan sehat secara fisik jika kita memiliki tubuh yang normal atau tidak cacat, tidak mudah sakit, dan semua organ tubuh berfungsi dengan baik dan tidak mengalami gangguan. 
  5. Dimensi Spiritual
    Spiritual yang sehat tercermin dari cara kita menjalakan ibadah dan aturan-aturan yang ada dalam agama yang kita anut, untuk menunjukkan rasa syukur kita atas segela pemberian Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh kasus…

Sejak lahir Ani memang memiliki tubuh yang lemah, namun ia tetap tumbuh layaknya anak normal, hanya saja ia tidak dapat terlalu lelah karena itu akan membuatnya jatuh sakit. Walaupun tubuhnya lemah tapi Ani tetap bersyukur dan tidak ingin menyerah dengan keadaannya. Ani selalu tahu kapan ia harus beristirahat agar tidak jatuh sakit. Di sekolah, Ani memiliki banyak teman karena ia dikenal sebagai anak yang ramah dan ceria. Guru-guru pun mengenal Ani sebagai anak yang cerdas dan selalu berprestasi. Ani merasa sangat bahagia memiliki teman-teman yang baik dan juga orang tua yang selalu menyayanginya. Ia selalu bersyukur dan berdoa agar Tuhan selalu memberikan perlindungan dan kesehatan kepada dirinya dan orang-orang yang telah mengisi hidupnya.

Dari contoh tersebut kita dapat mengetahui walaupun Ani memiliki fisik yang tidak sehat, namun ia memiliki intelektual, sosial, spiritual serta emosi yang sehat. Intelektual yang sehat dapat dilihat dari cara ia menjaga dirinya agar tidak jatuh sakit, yaitu mengetahui kapan ia harus istirahat. Jika ia tidak memiliki intelektual yang sehat, sudah pasti ia akan menyerah dengan keadaannya dan tidak perduli jika ia harus jatuh sakit. Lagi pula guru-gurunya pun mengatakan bahwa Ani anak yang cerdas dan berprestasi. Memiliki banyak teman yang baik merupakan wujud dari sosial yang sehat. Emosi sehat terlihat dari perasaan bahagianya memiliki teman-teman yang baik serta orang tua yang menyayanginya, sikapnya yang ramah dan ceria juga merupakan wujud dari emosi yang sehat. Rasa syukurnya atas apa yang diberikan Tuhan kepadanya dan doa-doanya tanda ia memiliki spiritual yang sehat. Dari contoh ini pula, kita dapat mengetahui bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti punya kelemahannya masing-masing. Yang terpenting jangan sampai spiritual kita yang lemah, karena tidak ada gunanya sehat dalam segi apapun jika kita tidak bersyukur kepada yang memberikan kesehatan.

Kesehatan Mental

Selanjutnya ada kesehatan mental. Seperti yang kita lihat dengan jelas, Kesehatan mental terdiri dari dua kata yaitu sehat dan mental. Kita sudah mengetahui arti kata sehat, nah sekarang apa sih mental itu? Katanya mental itu berasal dari bahasa Latin “men, metis” yang berarti jiwa, nyawa, sukma, roh, atau semangat. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, mental itu bersangkutan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga. Kalau menurut saya, orang yang mentalnya sehat adalah orang yang memiliki semangat yang tinggi, pikiran yang positif dan kepribadian yang baik, serta selalu optimis dan tidak mudah menyerah.

Dan menurut beberapa sumber, kesehatan mental itu adalah:
  • UU No.3/1961, kesehatan mental adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. 
  • WHO,( 2001), menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya
  • Menurut web counselingtreatment, Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat baik secara mental maupun secara sosial. Sikap hidup individu yang sehat dan normal adalah sikap yang sesuai dengan norma dan pola hidup kelompok masyarakat, sehingga ada relasi interpersonal dan intersosial yang memuaskan.
Sejarah Kesehatan Mental

Anggapan lama di Cina, Mesir maupun Yahudi kuno mengenai seseorag yang mengalami gangguan jiwa adalah karena dikuasi oleh roh jahat, yang dapat disembuhkan dengan doa, mantera, sihir, dan penggunaan obat-obatan alami tertentu. Jika cara pengobatan ini tidak dapat menyembuhkan, maka langkah berikutnya adalah upaya agar roh jahat tersebut tidak betah hidup di dalam tubuh penderita. Cara yang dilakukan terkadang ekstrim, yaitu dengan cara mencambuk, membiarkan lapar, atau melemparinya dengan batu sampai penderita meninggal dunia.

Kemajuan pemikiran dalam upaya menyembuhkan penderita gangguan jiwa dimulai dari penjelasan Pytagoras tentang penyakit mental, diikuti oleh Plato kemudaian Hippocrates, yang merupakan seorang dokter Yunani Kuno, ia menolak anggapan adanya roh jahat dalam diri penderita gangguan jiwa. Ia berpendapat bahwa gangguan terjadi karena adanya kekacauan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh penderita. Hippocrates dan beberapa pengikutnya (para dokter Yunani dan Romawi) mengajukan cara penyembuhan yang lebih manusiawi. Mereka lebih mementingkan lingkungan yang menyenangkan, olah raga, aturan makan yang teratur, pijat/mandi yang menyejukkan; dari pada beberapa pengobatan yang kurang menyenangkan seperti: mengeluarkan darah, penggunaan obat pencahar, dan pengekangan mekanis.

Perkembangan yang telah dimulai oleh Hippocrates dan kawan-kawannya tersebut sayangnya tidak diikuti dengan perkembangan lebih lanjut, sehingga pada abad pertengahan berkembang lagi cerita takhayul primitive dan adanya keyakinan tentang setan. Para penderita gagguan jiwa dianggap berada dalam kelompok setan yang memiliki kekuatan gaib untuk dapat menimbulkan bencana dan kecelakaan bagi orang lain. Mereka lalu di perlakukan secara kejam, karena ada keyakinan bahwa dengan memukul, membuatnya lapar, dan menyiksa, setan yang ada di dalamnya yang akan menderita. Kekejaman ini menumnvak pada abad ke-15, 16, dan 17, karena pada masa itu sedang berlangsung pengadilan ilmu sihir yang akhirnya menghukum mati ribuan penderita.

Pada akhir abad pertengahan, banyak rumah sakit didirikan untuk menanggulangi para penderita penyakit jiwa. Rumah sakit ini bukanlah merupakan pusat perawatan dan penyembuhan, melainkan merupakan semacam penjara dimana para penghuninya diratai di dalam sel yang gelap dan kotor, serta diperlakukan secara tidak manusiawi (seperti binatang).

Pada tahun 1792 ada kabar mengembirakan ketika Philipe Pinel ditempatkan pada sebuah rumah sakit jiwa di Paris. Pinel membuat eksperimen dengan cara melepas rantai yang mengikat penderita. Di luar dugaan orang-orang yag skeptic, yang menganggap Pinel gila karena keberaniannya melepas rantai “binatang” tersebut, percobaan Pinel justru menunjukkan hasil yang lebih baik. Ketika akhirnya dilepas dari kekangannya, lalu ditempatkan di tempat yang bersih dan bercahaya, diperlakukan dengan baik, banyak penderita yang dulunya dianggap tidak dapat disembuhkan memperlihatkan kemajuan yang pesat sehingga akhirnya diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit jiwa. Masa-masa Pinel ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.

Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa. Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila dan memperbaiki banyak rumah sakit jiwa di Amerika dan Eropa.

Pada awal abad ke-20, dicapai kemajuan besar dalam bidang obat –obatan dan psikologi. Pada taun 1905, gangguan fisik yang dikenal sebagai general paresis terbukti memiliki penyebab yang sifatnya fisik, yaitu infeksi sifilis yang diderita sebelum timbulnya gejala gangguan tersebut. General paresis ditandai dengan adanya penurunan fungsi mental dan fisik seseorang secara lambat, perubahan kepribadian, serta adanya delusi dan halusinasi. Tanpa pengobatan para penderita penyakit ini akan meninggal dalam beberapa tahun. Pada masa itu, general paresis merupakan lebih dari 10% penyebab timbulnya penyakit jiwa, namun pada saat ini hanya sedikit kasus yang dilaporkan berkat efektivitas penisilin sebagai obat untuk menyembuhkan sifilis.

Penemuan general paresis tersebut meyakinkan para ahli bahwa penyakit jiwa berpangkal pada gangguan biologis. Sementara itu pada saat yang hampir bersamaan dua orang ahli yang berbeda juga telah meletakkan dasar pijakan yang penting. Sigmund Freud dan para pengikutnya meletakkan dasar pemahaman penyakit jiwa sebagai gangguan yang berkaitan dengan faktor psikologis, sementara Ivan Pavlov telah berhasil menunjukkan bahwa binatang dapat terganggu secara emosional bila dipaksa mengambil keputusan di luar kemampuan mereka. 

Kemajuan-kemajuan pengetahuan diatas sepertinya tidak mempengaruhi pandangan masyarakat, bahwa rumah sakit jiwa itu adalah sesuatu yang horror dimana para penghuninya dihinggapi rasa takut. Clifford Whitting Beers (1876-1943), mantan penderita gangguan manic depresif sehingga pernah dirawat selama 3 tahun. Selama perawatannya di rumah sakit jiwa, Beer memang tidak lagi mendapat perlakuan dirantai dan disiksa, akan tetapi karena penderitaannya ia pernah memakai baju pengikat (straitjacket) untuk mengendalikan pemberontakannya. Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Diawali oleh, Beers yang menuliskan semua pengalamannya selama dirumah sakit jiwa, dan bukunya yang berjudul A Mind That Found Itself (1908) ini sangat terkenal pada saat itu. Beers tiada henti-hentinya bekerja untuk mendidik masyarakat tentang penyakit jiwa, karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat. Gerakan ini berpengaruh besar pada pencegahan dan pengobatan gangguan jiwa.

Referensi

Admin. (2012). Healthy Articles: Emapat aspek kesehatan menta. Dalam http://www.smallcrab.com/kesehatan/595-empat-aspek-kesehatan-manusia (18 Maret 2015)

Admin. (2012). Konsep Sehat, Dimensi, Sejarah dan teori Kepribadian. Dalam https://psyche2nest.wordpress.com/2012/03/21/konsep-sehat-dimensi-sejarah-dan-teori-kepribadian/ (20 Maret 2015)

Counseling Treatment. (TT). Makalah Kesehatan Mental. Dalam http://counselingtreatment.weebly.com/kesehatan-mental.html (19 Maret 2015)

Moredy Katuum. (2014). Kesehatan Mental Konsep Sehat, Sejarah Kesehatan Mental, Teori Kepribadian sehat = Aliran Psikoanalisa, Behavioristik, Humanistik. Dalam http://more23dy.blogspot.com/2014/03/kesehatan-mental-konsep-sehat-sejarah.html (18 Maret 2015)

Pratama, M. A. (2013). Pengertia Kesehatan Dilihat dari 5 Dimensi. Dalam http://mandhikapratama.blogspot.com/2013/04/pengertian-kesehatan-dilihat-dari-5.html (20 Maret 2015)

Referensi Makalah. (2012). Pengertian Kesehatan Mental. Dalam http://www.referensimakalah.com/2012/12/pengertian-kesehatan-mental.html (18 Maret 2015)

Riyanti, D.B.P. & H. Prabowo. (1998). Psikologi Umum 2. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Daftar Pustaka

Haanel, C.F. (2012). The Master Key System. Jakarta: AW Publishing.

Friday, 13 March 2015

Kesehatan Mental - Psikoanalisis

by Fadhila Nursyifa at 3/13/2015 0 comments
Merdeka.com - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung, Jawa Timur, menangkap pelajar SMP setempat yang diduga melakukan pembunuhan terhadap siswi teman kencannya. Siswi malang itu dibunuh karena diduga hamil. Wakapolres Tulungagung Kompol Indra Lutrianto Astono mengungkapkan, pelaku yang diidentifikasi berinisial IF (15) ditangkap hanya selang tiga jam setelah jasad siswi FHM (14) dievakuasi dari tempat pembuangan sampah. "Pelaku mengaku kalap karena korban minta pertanggungjawaban atas tanda-tanda kehamilan yang dialaminya," terang Indra menjelaskan motif pembunuhan. Demikian dilansir dari Antara, Kamis (6/6).


Psikoanalisis – Freud

Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisis sekaligus bapak dari psikoanalisis. Freud menyatakan bahwa sebagian besar perilaku manusia disebabkan oleh dorongan yang tidak terpuaskan dan keinginan yang tidak disadari. Apabila ada dorongan – dorongan yang tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga menggangu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis. Pikiran atau keinginan yang direpres atau ditekan juga mengakibatkan perilaku yang tidak normal atau menyimpang.

Dalam psikoanalisis, Freud menganalogikan pikiran manusia dengan gunung es. Bagian kecil yang tampak di atas permukaan air dianalogikan dengan pengalaman sadar, bagian yang jauh lebih besar di bawah permukaan air dianalogikan dengan pengalaman bawah sadar. Pengalaman bawah sadar ini mengandung berbagai harapan, gairah dan rahasia yang menimbulkan perasaan bersalah, teriakan yang tidak terucapkan, dan konflik antara hasrat dan kewajiban yang tidak terungkap. Menurut Freud pengalaman-pengalaman tersebut mempengaruhi pola pikir dan prilaku manusia. 

Selanjutnya, Freud menyatakan bahwa dalam kepribadian manusia terdapat energy psikis yang terdiri dari Id, Ego, dan Super ego. Id merupakan bagian primitive dari kepribadian. Id terdiri dari dorongan-dorongan biologis dasar seperti kebutuhan makan, minum, seks, dan agresivitas. Id membutuhkan pemuasan dengan segera tanpa memperhatikan realitas yang ada, sehingga Freud menyebutnya prinsip kenikmatan (pleasure principle). Ego disebut prinsip realitas (reality principle). Ego mengendalikan Id agar sesuai dengan realitas. Dengan kata lain fungsi Ego adalah menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan. Sedangkan Super ego merupakan prinsip moral (morality principle), yang mengontrol perilaku dari segi moral. Dapat dikatakan bahwa Super ego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya tindakan seseorang. Super ego mewakili nilai-nilai ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan, sehingga setiap orang memiliki gambaran tentang diri paling idealnya (Ego ideal). Ego dan Super ego akan mengatur dan mengarahkan tingkah laku manusia yang akan memuaskan dorongan-dorongan dari Id berdasarkan aturan-aturan dalam masyarakat, agama atau keyakinan-keyakinan tertentu mengenai perilaku yang baik dan buruk.

Di dalam Id terdapat dua jenis energy yang saling bertentangan dan sangat mempengaruhi kehidupan individu, yaitu Insting kehidupan (Life Instinct) dan Insting kematian (Death instinct). Life Instinct mencakup lapar, haus dan seks, ini merupakan kekuatan kreatif yang disebut Libido. Sedangkan Death Instinct merupakan kekuatan destruktif. Hal ini dapat ditujuakan kepada diri sendiri, menyakiti diri sendiri atau bunuh diri atau ditujukan keluar berupa agresi. 

Menurut Freud, kita memiliki peringatan tentang kemungkinan datangnya suatu bahaya yang disebut dengan kecemasan. Kecemasan berfungsi sebagai mekanisme yang melindungi Ego karena memberi sinyal kepada kita bahwa ada bahaya sehingga kita dapat menyiapkan reaksi adaptif yang sesuai. Ada tiga macam kecemasan yaitu, Kecemasan objektif yang merupakan kecemasan yang timbul dari ketakutan terhadap bahaya nyata. Kecemasan neurotik merupakan rasa takut kalau instink akan keluar jalur dan menyebabkan sesorang berbuat sesuatu yang dapat mebuatnya terhukum. Kecemasan moral merupakan rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral. 

Untuk menghadapi tekanan kecemasan yang berlebihan, sistem Ego terpaksa mengambil tindakan ekstrim untuk menghilangkan tekanan itu. Tindakan yang demikian itu, disebut mekanisme pertahanan, sebab tujuannya adalah untuk mempertahankan Ego terhadap tekanan kecemasan. Sembilan mekanisme pertahanan yang dikemukanan oleh Freud adalah:
  1. Represi, menekan atau merepres suatu pengalaman yang mengancam atau bertentangan dengan Super ego kedalam ketidaksadaran. 
  2. Pembentukan Reaksi (Reaction Formation), reaksi seseorang yang sebaliknya dari yang dikehendaki , agar tidak melanggar ketentuan dari Super ego. 
  3. Proyeksi, mengalihkan dorongan atau impuls yang mengakibatkan kecemasan kepada orang lain. Misalnya A membenci B, tapi A mengatakan bahwa B yang membenci A. 
  4. Displacement, melampiaskan perasaan kepada pihak ke 3 atau sesuatu yang tidak bersalah. 
  5. Rasionalisasi, membenarkan tindakan-tindakan yang dilakukan dengan mencari alasan yang masuk akal. 
  6. Supresi, upaya menekan sesuatu yang dianggap membahayakan atau bertentangan dengan Super ego ke dalam ketidaksadarannya. Berbeda dengan represi, supresi menekan hal-hal yang timbul dari ketidaksadarannya sendiri dan belum pernah muncul dalam kesadaran. 
  7. Sublimasi, mengalihkan dorongan–dorongan yang tidak dibenarkan Super ego ke dalam bentuk perilaku yang lebih sesuai dengan norma-norma masyarakat. Misal: seseorang yang mengamalkan sebagian hasil korupsinya, agar tidak dianggap sebagai koruptor. 
  8. Kompensasi, menutupi kelemahan dengan kelebihan lain yang dimiliki. Misal: siswa yang lemah dalam akademik akan menutupi kekurangannya dengan berprestasi dalam ekstrakurikuler. 
  9. Regresi, untuk menhindari kegagalan atau ancaman yang dihadapinya, individu mundur kembali ke taraf perkembangan yang lebih rendah misalnya kembali ke masa kanak-kanak. 
Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis :
  1. Menurut Freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. 
  2. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar. 
  3. Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari Super ego terhadap Id dan Ego. 
  4. Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya. 
  5. Dapat menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan keinginan. 

Analisis

Bisa dibilang semua pembunuh memiliki mental yang tidak sehat. Apapun alasan mereka membunuh tetap saja yang namanya menghilangkan nyawa orang lain merupakan suatu perbuatan yang menyimpang. Dalam contoh kasus diatas, sepertinya pelaku (IF) membunuh karena takut akan tuntutan korban (FHM) yang meminta pertanggung jawaban atas perbuatan zina yang mereka lakukan, serta takut ketahuan oleh orang tua mereka. Untuk melindungi dirinya dari masalah ini, IF yang tak dapat mengendalikan emosinya akibat tekanan yang dihadapinya, akhirnya membunuh FHM. Seharusnya di usia mereka yang masih belasan tahun atau remaja, mereka tidak melakukan hubungan intim, karena hal itu jelas telah dilarang oleh norma agama dan bertentangan dengan Super ego. Jika Super ego mereka bekerja dengan baik, mereka tidak akan melayani kenginan seks dari Id mereka. Selain itu seharusnya Ego dan Super ego IF merepres dorongan dari death instinct yang muncul agar tidak membunuh FHM. 


Referensi

Atkinson, R.L., R.C. Atkinson, & E.R. Hilgard. (1993). Pengantar Psikologi. Nurdjannah Taufiq. Jakarta: Erlangga.

Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Pratiwi, R.P. (2010). Pengertian Kecemasan. http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/05/pengertian-kecemasan-anxiety.pdf . [11 Maret 2015]

Psikologikucom. (2014). Psikologi Islam. Kecemasan dan mekanisme diri Sigmund Freud. http://www.psikologiku.com/kecemasan-dan-mekanisme-pertahanan-diri-sigmund-freud/. [Akses 11 Maret 2015]

Psikologi Zone. (2010). Psikologi Zone. Teori Sigmund Freud. http://www.psikologizone.com/teori-sigmund-freud/06511598. [11 Maret 2015]

Riyanti, D.B.P., H. Prabowo. (1998). Psikologi Umum 2. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Taufik, M. (2014). Merdeka.com. 4 Kasus ABG perempuan dihabisi pacar dengan sadis. http://www.merdeka.com/peristiwa/4-kasus-abg-perempuan-dihabisi-pacar-dengan-sadis/hamil-siswi-smp-dibunuh-pacar-dalam-kondisi-nyaris-bugil.html. [10 Maret 2015]

Ucupanda02’s Blog. (2012). Ucupanda02’s Blog. Teori kepribadian sehat. https://psyche2nest.wordpress.com/2012/04/26/teori-kepribadian-sehat/.[10 Maret 2015]

Wade, C., C. Tavris. (2007). Psikologi. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Wednesday, 29 October 2014

#Pinternet: Psikoterapi dan Konseling Melalui Internet

by Fadhila Nursyifa at 10/29/2014 0 comments
Psikoterapi adalah usaha penyebuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari kata “Psyche” yang berarti jiwa, pikiran atau mental, dan “Therapy” yang berarti penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu psikoterapi disebut sebagai terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien.

Sedangkan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli atau konselor kepada individu yang mengalami suatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien (Prayitno dan Erman Amti, 2004). Dibandingkan dengan psikoterapi, konseling lebih berurusan dengan klien yang mengalami masalah yang tidak terlalu berat. Secara umum psikoterepi dan konseling sama-sama membantu klien dalam menyelesaikan masalah kejiawaan, pikiran, atau mental.

Umumnya psikoterapi dan konseling dilakukan secara tatap muka atau Face to Face (FtF). Namun pada saat ini, perkembangan teknologi informasi dibidang kesehatan memungkinkan penyelenggaraan terapi dan konseling melalui format jarak jauh yang dibantu teknologi yang selanjutnya dikenal dengan e-terapi dan e-konseling. E-terapi dan e-konseling meliputi beberapa jenis kontak pribadi dengan terapis yang mengikuti perkembangan klien dan selalu siap untuk menjawab pertanyaan, misalnya melalui email, telepon, atau pertemuan tatap muka yang sedikit terbatas.

Istilah e-konseling berasal dari bahasa inggris yaitu e-counseling (electronic counseling) yang secara singkat dapat diartikan sebagai proses penyelenggaraan konseling secara elekronik atau menggunakan perangakat seperti computer yang terkoneksi dengan internet. Koutsonika (2009; dalam Ifdil, 2013), menyebutkan bahwa konseling online (e-konseling) pertama kali muncul pada tahun 1960 dan 1970 dengan perangkat lunak program Eliza dan Parry.

Kondisi perkembangan internet yang membawa dampak pada pelayanan psikoterapi dan konseling dibuktikan dengan munculnya lebih dari 200.000 website penyedia terapi dan konseling online di seluruh dunia, dengan menyediakan ribuan terapis dan konselor yang siap membantu individu dengan berbagai permasalahannya (Pittu Laungani, 2004; dalam Zadrian dan Frischa, 2013)

Contoh metode terapi yang menggunakan teknologi computer dan internet atau e-terapi adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Christensen, Griffiths, dan Korten, (2002), telah mengembangkan situs resmi tentang CBT berbasis internet, yang dikenal dengan MoodGYM. Situs ini dirancang untuk mengobati dan mencegah depresi pada remaja dan dewasa awal. Situs ini tersedia untuk semua pengguna internet, dan ditargetkan untuk orang-orang yang mungkin tidak memiliki kontrak resmi dengan bantuan layanan professional.

Psikoterapi, khususnya CBT berbasis computer dapat dilaksanakan di Indonesia karena mudah diakses semua kalangan, biaya yang terjangkau, dan memungkinkan terapis untuk dapat melayani klien lebih banyak dibandingkan dengan pemberian terapi melalui tatap muka mulai dari pengkajian, perencanaan, proses terapi, sampai dengan evaluasi (Zakiyah, 2014).

Situs-situs e-terapi dan e-konseling memanfaatkan berbagai media online yang bisa digunakan untuk penyelenggaraan terapi dan konseling secara online seperti jejaring sosial dan beberapa program aplikasi untuk chatting. Ifdil (2011), menyebutkan beberapa media yang bisa digunakan untuk e-terapi dan e-konseling diantaranya; website atau situs; telepon atau handphone; email, chat, Instant Messaging dan jejaring sosial; serta Video conferencing.

Menurut Ifdil (2013), e-konseling cukup efektif jika pemasalahan yang dihadapi membutuhkan penyelesaian dengan segera sementara tidak ada kesempatan atau terkendala jarak untuk tidak dapat melakukan Face to Face. Dan ketika konseling online atau e-konseling dilakukan dengan media yang lengkap (seperti menggunakan video call) dengan didukung tersedianya jaringan internet yang sangat cepat, hal ini hampir sama engan melakukan konseling Face to Face.

Kekurangan e-terapi dan e-konseling diantaranya sangat tergantung dengan dukungan media, jika media yang digunakan tidak bermasalah maka konseling akan mudah dilakukan. Namun, jika terjadi mati listrik, koneksi internet yang terganggu, atau terjadinya kerusakan pada perangkat yang digunakan, maka e-terapi atau e-konseling akan mengalami hambatan, bahkan tidak dapat dilakukan.

Praktik terapi dan konseling online juga memiliki masalah dengan resiko etik dan legal, misalnya masalah (a) kerahasiaan, (b) bagaimana menangani situasi darurat, (c) kurangnya informasi non-verbal, (d) bahaya menawarkan pelayanan online melampaui batas negara bagian, (e) kurangnya hasil penelitian mengenai efektivitas pelayanan terapi dan konseling online, (f) kegagalan teknologi, dan (g) kesulitan dalam menetapkan rapport untuk klien yang tidak ditemui secara visual (Pollock, Shaw dan Shaw, dalam Samuel T. Gladding, 2012; Zadrian dan Frischa, 2013).

Namun terapi dan konseling online sangat cocok untuk klien yang (a) terisolasi secara geografis, (b) cacat fisik, (c) tidak ingin melakukan konseling, dan (d) lebih suka menulis daripada berbicara (Shaw dan Shaw, dalam Samuel T. Gladding, 2012; dalam Zadrian dan Frischa, 2013).


Daftar Referensi

Ardi, Zadrian dan Frischa Meivilona Yendi. (2013). Konseling online: sebuah pendekatan teknologi dalam pelayanan konseling. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 1, (1), 1-5. Retrieved from http://jurnal.konselingindonesia.com.

Barak, A., Liat H., Mayran B.N., Na’ama S. (2008). A comprehensive review and a meta-analysis of the effectiveness of Internet-Base Psychotherapeutic interventions. Journal of Technology in Human Services, 26, (2/4), 109- 160. Retrieved from http://jths.haworthpress.com.

Ifdil, I. (2013). Konseling Online Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan E-konseling. Jurnal Konseling dan Pendidikan,1(1), 15-22.

Psikoterapis.com. (tanpa tahun). Apa itu Psikoterapi?. [Online]. Dalam http://www.psikoterapis.com.

Wikipedia. (2014). Konseling. [Online]. Dalam http://id.m.wikipedia.org/wiki/konseling.

Zakiyah. (2014). Pengaruh dan efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) berbasis computer terhadap klien cemas dan depresi. E-Journal WIDYA Kesehatan dan Lingkungan, 1, (1), 75-80. Retrieved from http://www.e-journal.jurwidyakop3.com.

Tuesday, 28 October 2014

#Pinternet: Kecanduan Internet

by Fadhila Nursyifa at 10/28/2014 0 comments
Perkembangan internet yang sangat cepat semakin memudahkan manusia dalam mencari informasi, dan hal ini membuat pengguna internet semakin meningkat. Menurut World Bank (2013), pada tahun 2012 internet telah menjamah 35,6% dari total populasi dunia. Pengguna internet di Indonesia juga terus meningkat, pada tahun 2009 pengguna internet hanya 6,9% dari total penduduk Indonesa, namun pada tahun 2012 pengguna internet meningkat hingga sebesar 15,4% dari total penduduk Indonesia.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, koneksi internet hampir menjadi kebutuhan sehari-hari. Suatu studi mengatakan bahwa 7 dari 10 orang mengeluh dan merasa tidak nyaman apabila koneksi internet terputus atau mengalami gangguan (Winatha & Sukaatmadja, 2014). Bahkan hasil riset yang disajikan dalam event tahunan American Psichological Association mengemukakan 6% dari pemakai internet mengalami kecanduan internet (Jawa pos, 1999; dalam Widiana, 2004).

Kecanduan internet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli jiwa bernama Ivan Goldberg. Menurut Goldberg (1997) Internet Addiction Disorder adalah pola penggunaan internet yang maladaptif, yang menimbulkan adanya distress secara klinis yang terwujudkan dalam tiga atau lebih kreteria internet addiction disorder, yang terjadi kapan pun selama 12 bulan yang sama.

Ahli lainnya mengatakan bahwa Internet Addiction (kecanduan internet) adalah sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat lama dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaanya saat online. Orang-orang yang menunjukkan sindrom ini akan merasa cemas, depresi atau hampa saat tidak terkoneksi dengan internet.

Suler (1996) menyatakan pengguna internet dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, pengguna internet secara sehat, artinya pengguna mampu memadukan kehidupan nyata dengan dunia maya. Individu-individu tersebut membicarakan aktivitas online dengan keluarga dan teman-teman, menggunakan identitas, minat dan keahlian yang sebenarnya dalam komunitas online, menelpon dan bertemu langsung dengan orang yang dikenal melalui aktivitas online, atau bertemu dengan teman yang dikenal dalam dunia maya melalui internet.

Kedua, pengguna internet yang menggunakan internet secara tidak sehat. Individu-individu memisahkan antara kehidupan nyata dengan dunia maya. Aktivitasnya dalam dunia maya menjadi dunia tersendiri, tidak dibicarakan dengan orang-orang dalam kehidupannya. Biasanya golongan pertama menggunakan internet antara 4 sampai 5 jam per minggu. Dan golongan kedua menggunakan internet antara 20 sampai 80 jam per minggu dengan 15 jam per sesi online. Pengguna internet yang termasuk dalam golongan kedua ini lah yang akan mengalami kecanduan terhadap internet.

Tanda-tanda seseorang mengalami kecanduan internet adalah: (a) perhatian tertuju pada internet, (b) ingin menggunakan internet dalam jumlah waktu yang semakin meningkat untuk mendapatkan kepuasan (lupa waktu), (3) tidak dapat menghentikan atau mengontrol penggunaan internet, (4) merasa gelisah, murung, atau cepat marah apabila mengurangi dan menghentikan penggunaan internet, (5) online lebih lama dari waktu yang diharapkan, (6) kurang tidur atau mengubah pola tidur untuk menghabiskan waktu menggunakan internet lebih lama, (7) mengabaikan keluarga dan teman, (8) mengabaikan pekerjaan dan kewajiban personal, (9) penggunaan internet tetap dilakukan walaupun individu mengetahui adanya masalah-masalah fisik, sosia, pekerjaan, atau psikologis yang kerap timbul dan kemungkinan besar disebabkan atau diperburuk oleh penggunaan internet.

Beberapa faktor yang memberikan kontribusi terjadinya kecanduan internet diantaranya adalah interaksi antara pengguna internet dalam komunikasi dua arah, ketersediaan fasilitas internet, kurangnya pengawasan, motifasi individu pengguna internet dan kurangnya kemampuan individu dalam mengontrol perilaku.

Davis (2001) menyebutkan beberapa jenis fasilitas pada internet yang dapat memicu terjadinya kecanduan. Beberapa fasilitas tersebut antara lain onlinesex, online games, online casino (perjudian), online stock tranding (bursa efek), dan online auction (lelang). Davis (2001) menyebutkan dua jenis kecanduan internet yaitu kecanduan spesifik, maksudnya adalah seseorang kecaduan hanya pada satu macam fasilitas yang ditawarkan oleh internet, dan kecanduan internet umum adalah seseorang kecanduan dengan semua fasilitas yang ditawarkan oleh internet secara keseluruhan.

Kimberly Young membagi kecanduan internet kedalam lima kategori, yaitu :
  1. Cybersexual addiction, yaitu seseorag yang melakukan penelusuran dalam situs-situs porno atau cybersex secara kompulsif.
  2. Cyber-relationship addiction, yaitu seseorang yang hanyut dalam pertemanan melalui dunia cyber.
  3. Net compulsion, yaitu seseorang yang terobsesi pada situs-situs perdagangan (cyber shopping atau day trading) atau perjudian (cyber casino).
  4. Information overload, yaitu seseorang yang menelusuri situs-situs informasi secara kompulsif.
  5. Computer addiction, yaitu seseorang ynag terobsesi pada permainan-permainan online (online games) seperti Counter Strike, Power Blank, Luna, Ragnarok dan lain sebagainya.
Kebanyakan pecandu internet tidak merasa dirinya kecanduan internet karena mereka tidak menyadari bahwa aktivitas onlinenya berlebihan. Pecandu internet tidak dapat menghentikan keinginannya untuk online sehingga kehilangan control dari penggunaan internet dan kehidupannya (Young, 1996; dalam Widiana, 2004).

Menurut penelitian Young (Young, 1996), kecanduan internet dapat mengakibatkan kegagalan akademis, menurunnya kinerja, perselisihan dalam perkawinan bahkan perceraian. Seorang pecandu internet dalam penelitian Widiana (2004), mengaku bahwa perilaku onlinenya sudah membuat prestasi akademiknya menurun dikarenakan waktunya habis untuk melakukan chatting, hubungan dengan teman dalam kehidupan nyatanya terganggu dan dia juga mengaku mengalami masalah financial. Ia juga menyatakan bahwa waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan menyelasaikan tugas-tugas akademis banyak tersita untuk menggunakan internet sehingga banyak tugas yang terbengkalai.

Internet memang memberikan kita banyak kemudahan serta kesenangan, namun bukan berarti kita harus terus menerus menggunakan atau ketergantungan terhadap internet. Agar kita tidak mengalami kecanduan internet maka sebaiknya kita harus memperbaiki self control atau control diri supaya kita tidak kecanduan internet, sehingga kita dapat beraktifitas dengan baik dan seimbang. Ingat, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, alangkah baiknya jika sesuatu itu selalu berjalan dengan seimbang.



Daftar Referensi

Didin, M., Ritandiyono, & Sita, H.R. (2004). Peranan kesepian dan kecenderungan internet a ddictiondisorder terhadap prestasi belajar mahasiswa Universitas Gunadarma. E-Journal Psikologi, 111-120. Retrieved from http://publication.gunadarma.ac.id/handle/123456789/612.

Ningtyas, S.D.Y. (2012). Hubungan Self Control dan Internet Addiction pada mahasiswa. Journal of Social and Industrial Psychology,1, (1), 28-33. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/sip.

Nurmandia, H., Denok, W., & Luluk, M. (2013). Hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial. Jurnal Penelitian Psikologi, 4, (2), 107-119.

Meiyanti, P., Anita, Z., & Intaglia, H. (2012). Kontribusi kepribadian Introvert terhadap kecanduan internet pada mahasiswa. E-Journal Psikologi, 1-18. Retrieved from http://publication.gunadarma.ac.id/handle/123456789/1109.

Soetjipto, H.P. (2005). Pengujian validitas konstruk criteria kecanduan internet. Jurnal Psikologi, 32, (2), 74-91. Retrieved from http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/91.

Widiana, H.S., Sofia, R., & Rahma, H. (2004). Kontrol diri dan kecenderungan kecanduan internet. Humanitas: Indonesian Psychologycal Journal, 1, (1), 6-16.

Winatha, R.G. & I Putu, G.S. (2014). Pengaruh sifat materialisme dan kecanduan internet terhadap perilaku Impulsif secara online. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 3, (3), 751-769. Retrieved from http://ojs.unud.ac.id/index.php/Manajemen/article/view/7326/6187.

Sunday, 26 October 2014

#Pinternet : Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Internet

by Fadhila Nursyifa at 10/26/2014 2 comments
Internet berawal dari ARPANET atau suatu program riset yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika. Awalnya ARPANET hanya digunakan di lingkungan militer dan para ilmuan. Namun semenjak Tim Berners-Lee pada tahun 1990 memperkenalkan teknologi World Wide Web (WWW), internet mengalami perubahan yang luar biasa. Internet menjadi milik public dan berubah menjadi jaringan computer terbesar di dunia. Berbagai aplikasi baru seperti game online dan situs jejaring sosial pun bermunculan. Internet juga memungkinkan penduduk dunia memasuki era perdagangan digital atau e-commerce. Dan pada saat ini, internet telah menjadi bagian bagian dari gaya hidup sebagian masyarakat dunia.

Internet yang terus berkembang secara pesat semakin berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan. Dapat dikatakan hampir setiap bidang seperti politik, pendidikan, sosial budaya, apalagi ekonomi dan bisnis sudah mengaplikaskan internet sebagai jalur untuk meningkatkan kualitas kerja bidangnya masing-masing.

Pada bidang pendidikan, pemerintah telah mengaplikasikan teknologi internet sebagai sarana mempromosikan program-program pendidikan. Masyarakat dapat mengakses secara online website-website tentang pendidikan seperti depsiknas, e-learning dari berbagai universitas, informasi beasiswa dan informasi pendidikan lainnya. Hal ini tentu berdampak positif terhadap kemampuan siswa atau mahasiswa dalam memperkaya wawasan dari internet yang tidak mereka dapatkan dari sekolah atau kampus. Oleh sebab itu internet sangat membantu masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut hasil observasi dari Ahmad Budi Sertiawan (2011), manfaat lain dari kehadiran internet bagi pendidikan antara lain adalah, (a) membuat proses pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton, karena dalam internet ada hal-hal baru yang variatif dan inovatif. (b) mendorong para pelajar untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan dan informasi. (c) Pembelajaran lebih konseptual dan ­up-to–date (actual), dengan menggunakan internet konsep-konsep yang diajarkan dapat disesuaikan dengan kondisi terkini. Dan (d) internet sebagai perpustakaan maya (virtual library) yang mengandung jutaan data dan informasi tentang berbagai macam hal tentang pendidikan. Internet dapat dijadikan sebagai salah satu sember ilmu alternatif bagi kalangan pendidikan disamping adanya perpustakaan konvensional yang disediakan oleh sekolah atau universitas.

Selain untuk bidang pendidikan, internet juga berdampak positif untuk kebutuhan sistem perdagangan (e-commerce) atau bidang bisnis. Dalam bidang ini sarana informasi dan komunikasi yang disediakan internet digunakan sebagai media untuk promosi. Bagi konsumen, internet memudahkan mereka dalam melakukan transaksi jual beli. Misalnya dengan kemunculan toko-toko virtual atau biasa disebut online shop.

Internet juga semakin intensif digunakan pada kegiatan perbankan, seperti untuk banking online yang memungkinkan nasabah bank melakukan transaksi secara online dimanapun mereka berada.

Internet juga memudahkan seseorang untuk mencari informasi, seperti: informasi produk, informasi travel, cuaca, informasi tentang film, musik, buku, berita, informasi sekolah, informasi kesehatan, pemerintah, informasi, keuangan, informasi pekerjaan, atau informasi tentang politik.

Selain berdampak positif, internet juga memiliki dampak negatif bagi penggunanya. Karena selain memberikan nilai tambah dan manfaat besar bagi penggunanya, internet dapat berubah menjadi boomerang yang dapat merugikan penggunanya. Dampak negatif dari internet diantaranya adalah pornografi, penyebaran virus secara tak terkendali, spyware dan SPAM, adanya situs yang bersifat provokasi, adu domba, dan fitnah (black campaign) serta hal-hal negatif lainnya.

Hal negatif yang saat ini jadi masalah besar adalah pornografi. Melalui internet, pengguna dapat dengan mudah mengakses situs-situs porno yang dapat merusak moral bangsa. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah hati di Jakarta tahun 2005, terungkap bahwa 80% anak usia 9-12 tahun pernah mengakses materi pornografi (Chiedyraz, 2006; Ventje 2012). Sedangkan survey dalam penelitian yang didasari pada penelitian dan wawancara yang dilakukan terhadap kaum muda di Inggris, salah satu hasil investigasi menunjukan bahwa sebanyak 99% kaum muda terpapar gambar yang bermuatan pornografi bukan karena mencarinya. Laporan ini berisi informasi tentang jenis gangguan aktivitas seksual pada kaum muda, yang sering melihat muatan pornografi secara online (tribunnews.com).

Hal negatif lainnya dari internet adalah cyberbullying. Menurut survey global yang diadakan oleh Latitude News, Indonesia merupakan negara dengan kasus bullying tertinggi kedua di dunia setelah Jepang. Kasus bullying di Indonesia ternyata mengalahkan kasus bullying di Amerika Serikat yang menempati posisi ketiga. Kasus bullying di Indonesia lebih banyak dilakukan di jejaring sosial. Berdasarkan penelitian 91% responden asal Indonesia mengaku telah melihat kasus cyberbullying, data menunjukan bahwa cyberbullying paling sering terjadi melalui media sosial, khususnya Facebook (Dina, 2014). Sebuah penelitian mengungkapkan korban dari cyberbullying cenderung anak perempuan (Smith, 2008).

Menurut para peneliti, korban cyberbullying sering kali depresi, merasa terisolasi, diperlakukan tidak manusiawi, dan tak berdaya ketika diserang. Dampak dari cyberbullying untuk para korban tidak berhenti sampai pada tahap depresi, melainkan sudah sampai pada tindakan yang lebih ekstrim yaitu bunuh diri (Flourensia, 2012). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hinjuda & Patchin (2010), percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh korban cyberbullying jumlahnya hampir dua kali lebih banyak dari pada remaja yang yang tidak pernah mengalami cyberbullying.

Menurut studi, tercatat setidaknya 60% remaja yang mengkases internet pernah mencari informasi seputar “bunuh” melalui search engine dan dari angka tersebut, ¾ diketahui pernah melakukan tindakan percobaan bunuh diri (merdeka.com).

Solusi untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan internet adalah dengan pemberlakuan kebijakan yang ketat dalam penggunaan internet. Selain itu pembekalan pengetahuan mengenai dampak positif dan negatif internet perlu diberikan kepada para pengguna internet dengan pembekalan norma-norma serta etika. Dalam pencegahan dampak negatif internet, pemerintah juga dapat menyosialisasikan berbagai program content filtering seperti; DNS Nawala, dan New Support. Dan untuk mengurangi dampak negatif internet berupa cyberbullying, orang tua dapat lebih memperhatikan pergaulan anak remajanya di media sosial. Bagi para remaja, sebaiknya lebih berhati-hati ketika menulis sesuatu yang dapat memicu amarah orang lain.



Daftar Referensi

Engel, Ventje Jeremias Lewi. (2012). Upaya melindungi anak-anak dari pornografi di internet. Jurnal Sosioteknologi, 25,(x), 60-65.

Ilmi, Ahmad Rizal.(tanta tahun). Perilaku Pencarian Informasi dengan Menggunakan Media Internet pada Remaja Awal. [online]. Dalam http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/ln590e7b5494full.pdf [diakses pada 18 Oktober 2014]

Rahayu, Flourensia Sapty. (2012). Cyberbullying sebagai dampak negative penggunaan teknologi informasi. Jurnal Sistem Informasi, 8, (1), 22-31.

Riska, Harihanto dan Agustina Nurmanina. (2013). Studi tentang penggunaan internet oleh pelajar. eJournal Sosiatri-Sosiologi, 1, (4), 37-49.

Satalina, Dina. (2014). Kecenderungan perilaku cyberbullying ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 2, (2), 290-305.

Setiawan, Ahmad Budi. (2011). Penanggulangan dampak negatif akes internet di pondok pesantren melalui Program Internet Sehat. Jurnal Penelitian Komunikasi, 14, (2), 99-114.

Triyanto, Agus. (tanpa tahun). Implikasi Perkembangan Komputer dan Internet bagi Konselor Sekolah. Dalam http://febasfi.googlecode.com/files/51.%20Implikasi%20Perkembangan%20Teknologi%20Informasi%20bagi%20Konselor%20Sekolah.pdf [diakses 18 Oktober 2014]

Winatha, Regina Giovanna, and I Putu Gde Sukaatmadja. (2014). Pengaruh sifat materialisme dan kecanduan internet terhadap perilaku pembelian impulsif secara online. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 3, (3), 751-769.

Friday, 3 October 2014

#pinternet Internet

by Fadhila Nursyifa at 10/03/2014 0 comments
Pengertian dan Sejarah Internet
Saat ini banyak sekali hal yang dapat kita lakukan di komputer dan handpone, seperti mengirim dan menerima e-mail, chatting, main game dan masih banyal hal lain yang tentunya sangat membantu kita dalam beraktivitas. Namun untuk mendapat menikmati dan memaksimalkan fungsi komputer dan handpone, kita membutuhkan sesuatu yang disebut internet. Apa itu internet??

Internet adalah singkatan dari Interconnection Networking. Internet merupakan suatu jaringan yang menghubungkan berbagai komputer diseluruh dunia agar dapat saling bertukar data dan informasi dengan menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP).

Internet yang ada saat ini berawal dari jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Departement of Defense) yang disebut dengan Advanced Research Project Agency Network atau ARPANET. Awalnya ARPANET merupakan sistem jaringan komputer yang saling terhubung dari jarak jauh untuk kepentingan militer. Dalam waktu singkat ARPANET berkembang keseluruh dunia hingga ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Lalu ARPANET dibagi menjadi dua jaringan dengan tujuan yang berbeda yaitu, MILNET untuk kepentingan militer dan ARPANET yang lebih kecil digunakan untuk kepentingan non-militer. Gabungan dari kedua jaringan ini disebut dengan DARPA Internet dan pada 1982 hingga sekarang dikenal sebagai Internet.

Perangkat Untuk Membuat Internet
  1. Komputer/Laptop
    Komputer merupakan hal utama yang dibutuhkan untuk dapat mengakses internet, karena komputer adalah alat untuk dapat menikmati internet. Dulu internet hanya dapat digunakan pada komputer namun seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini internet dapat dinikmati pada handphone cangging yang sekarang populer disebut gadget. 
  2. Modem
    Modulator Demodulator
    atau modem adalah alat pengubah sinyal, modem mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog dan dari analog ke digital. "Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog, modem mengubahnya kembali ke sinyal digital supaya dapat diproses lebih lanjut oleh komputer. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon atau radio. Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan ke komputer." [Harly]. Adapun jenis-jenis modem, diantaranya :
    • Modem Internal
      Modem ini dipasangkan pada slot mainboard atau motherboard yang berada di CPU. Kecepatan modem internal hanya 56 Kbps.
    • Modem Eksternal
      Modem yang dipasang diluar CPU dan dihubungkan pada PC dengan menggunakan kabel LAN atau USB.
Internet Service Provider (ISP)
Internet Service Provider atau ISP merupakan perusahaan yang menyediakan layanan jasa koneksi internet. Awalnya ISP hanya menjual koneksi internet melalui jaringan telepon yang membutuhkan jaringan kabel dan biaya izin, namun saat ini banyak ISP yang sudah menggunakan teknologi wireless atau nirkabel. ISP yang menggunakan teknologi wireless memang tidak membutuhkan jaringan kabel namun tetap memiliki biaya berupa tagihan pulsa telepon. Biasanya ISP yang menggunakan teknologi wireless digunakan oleh pengguna gadget. Saat ini biaya pulsa telepon yang digunakan untuk internet disebut paket internet. Beberapa ISP yang menyediakan layanan koneksi internet di Indonesia antara lain, Telkomnet Instan, CBNet, Indosat dan masih banyak lagi ISP-ISP yang baru bermunculan. Seluruh ISP di Indonesia diorganisir oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia atau APJII.

Jenis Koneksi Internet
Ada dua jenis koneksi internet yaitu :
  1. Koneksi Internet Kabel
    Jenis koneksi ini menggunakan media kabel untuk dapat terkoneksi dengan internet. Beberapa jenis koneksi internet kabel adalah :
    • Dial-up adalah koneksi internet yang memanfaatkan jalur telepon (biasanya telepon rumah) dengan cara menghubungkan nomor telepon khusus agar dapat digunakan untuk berinternet. Kecepatan maksimum yang didapat pada koneksi jenis ini hanya sekitar 56 Kbps dan harganya relatif mahal.
    • ADSL atau Asymmetic Digital Line adalah koneksi internet broadband yang cepat dibandingkan dengan koneksi diap-up, GPRS/ CDMA. ADSL/ DSL memiliki kecepatan transfer besar karena menggunakan jalur pita yag lebar.
    • Internet Cabel, teknologi ini bekerja dengan memindahkan sinyal-sinyal radio yang biasa di-broadcast di udara menjadi berbentuk sinyal-sinyal  yang dapat dilewatkan dalam bungkusan kabel coaxial.
  2. Koneksi Internet nirkabel (wireless)
    Koneksi internet yang memanfaatkan gelombang radio (elektromagnetik) sebagai penghantarnya dan bekerja pada frekuensi yang tinggi yaitu 11-54 Mbps, sangat jauh berbeda dengan koneksi dial-up yang lambat. Koneksi internet nirkabel memang ungguk dalam hal kecepatan, namun bermasalah dengan cuaca, sebab jika cuaca sedang buruk sepeti hujan atau badai maka akses internet bisa menjadi lambat. Salah satu contoh jenis internet nirkabel adalah layanan wireless broadband. Koneksi internet wireless brodband menggunakan radiolink untuk menghubungkan satu kantor atau gedung dengan yang lainnya. Jenis koneksi ini memerlukan gedung yang tinggi atau tower  agar dapat menjangkau BTS yang terdekat. Keuntungan dari penggunaan koneksi jenis ini adalah : (a) akses cepat mencapai 11 Mbps, (b) teknologi mudah diterapkan, (c) biaya relatif terjangkau, dan (d) instalasi yang mudah. Contoh lain dari koneksi nirkabel atau wireless adalah General Packet Radio System (GPRS) yang disediakan oleh operator seluler. GPRS merupakan teknologi 2G dan merupakan cikal bakal munculnya teknologi 3G.

WWW
World Wide Web atau WWW atau juga Web adalah fasilitas yang menyediakan interface yang sederhana ke sumber daya internet yang sangat besar. Web adalah sistem pengiriman dokumen terbesar yang berjalan di internet. Web dikembangkan oleh CERN (European Center for Nuclear Research) suatu lembaga penelitian fiska energi tinggi di Geneva, Swiss. Unit dasar informasi web adalah dokumen (sering disebut page), tiap pagi yang diambil pengguna dari web dilengkapi dengan koneksi / kaitan (link) yang teridentifikasi dengan jelas ke dokumen lain yang mungkin diminati.

E-Mail
Surat elektronik atau Electronik Mail / e-mail adalah kemampuan mengirim dan menerima pesan teks melalui internet. E-mail merupakan salah satu aplikasi internet yang mmbuka kemungkinan komunikasi dengan pengguna diluar internet, maksudnya kita dapat mengirim pesan kepada orang lain walaupun orang itu tidak sedang menggunakan internet / offline. Namun untuk mengirim dan menerima e-mail tetap membutuhkan internet. Layanan e-mail yang populer adalah Yahoo Mail dan Google Mail.

Search Engine
Search engine atau mesin pencari adalah perangkat lunak untuk membantu kita mencarii dokumen pada jaringan internet. Search engine menggunakan web spider atau program robot untuk menyaring kata kunci yang dimaksud oleh kita atau user. Saat ini ada banyak sekali search engine yang tersedia di internet, diantaraya google, yahoo, bing, baidu dan lain sebagainya.

Browser
Browser adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk menjelajah internet yang digunakan untuk mendapatkan berbagai informasi berharga. Aktifitas dalam menggunakan browser disebut browsing. Jenis-jenis browser yang sering digunakan adalah Internet Explorer (IE), Firefox, Opera, Safari, Flock, Avanbrowser dan lain-lain.

Chatting
Secara bahasa chatting memiliki arti mengobrol, namun dalam dunia internet chatting merupakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan cara mengirim pesan atau suara. Jika e-mail dapat mengirim pesan kepada seseorang yang sedang offline, maka chatting baik kita maupun penerima harus online. Fasilitas chatting biasanya disediakan oleh komunitas online atau sosial media, seperti facebook.

Natiquette
Natiquette merupakan etika dalam dunia internet. Atruran ini menyangkut norma dalam penggunaan internet. Beberapa aturannya adalah mengamankan komputer kita dengan ara menggunakan antivirus atau personal firewall, karena tidak jarang situs yang menyisipkan virus yang dapat merusak komputer kita. Selanjutnya jengan mudah percaya pada internet, maksudnya tidak semua yang menggunakan internet adalah orang baik, banyak sekali orang yang membuat situs yang berisi kebohongan atau penipuan. Terakhir adalah hargai pengguna lain di internet dengan cara :
  1. Jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan.
  2. Jangan mengambil keuntungan secara ilegal dari internet.
  3. Jangan mengganggu privasi orang lain.
  4. Jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak karena akan terkesan berteriak atau marah.
  5. jangan flamming atau memanas-manasi, trolling (keluar dari pembicaraan) dan junking  (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.
Komunitas Online
Komunitas online adalah tempat sekelompok orang berbagi cerita atau pengalaman dalam sebuah stus internet secara online. Komunitas online lebih sering disebut jejaring sosial atau sosial media. Banyak sekali macam-macam komunitas online yang ada saat ini, diantaranya facebook, twitter, kaskus dan lain sebagainya. Komunitas online digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat sepeti bertukar pikiran atau yang sekarang sedang populer adalah berbelanja secara online atau online shoping.


Referensi 


Aingindra. 2014. Perangkat keras dan fungsinya untuk keperluan akses internet. http://www.aingindra.com/perangkat-keras-internet.html. [diakses 1 Oktober 2014]

Arie Iswadi. 2013. Pengertian ISP dan contohnya. http://ariesense.com/pengertian-isp-dan-contohnya.html. [diakses 1 Oktober2014]

Arie Iswadi. http://ariesense.com/pengertian-search-engine.html. [diakses 1 Oktober 2014]

Falk, Bennett. 1997. Peta jalan internet. Jakarta: Alex Media Komputindo

Internet Komputer. http://internet.artikel2.com/pengertian-email.html. [diaskes 1 Oktober 2014]

Juju Dominikus, dan MataMaya Studio. 2008. Teknik mempercepat koneksi internet. Jakarta: Alex
Media Komputindo

Kumpu02. http://komputer.singkatpadat.com/tag/definisi-chatting [diakses 2 Oktober 2014]

Meidi Rendi Kalengkian. http://meidi-rendi.blogspot.com/2012/10/komunitas-online.html [diakses pada 1 oktober 2014]

Niammuddin. http://www.niammuddin.com/pengertian-www-world-wide-web/ [diakses 1 Oktober 2014]

Sidharta, Lani. 1996. Internet : informasi bebas hambatan 2. Jakarta : Alex Media Komputindo.

Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Internet [diakses 1 Oktober 2014]
 

Kumpulan Tugas Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea